Monday, December 7, 2009

Duapuluh Tahun Kemudian



Duapuluh Tahun Kemudian
Compartir
Hoy a las 12:36 | Editar nota | Eliminar


RRRR. Telepon berdering.

“Halo? Bisa sambungkan saya dengan dr. Randy?
Bilang saja dari kawan lamanya.”

Hening sejenak lalu terdengar bapak-bapak bersuara rendah menyapa,

“Ya... Dengan dokter Randy di sini.”

“Hey, bitch.”

“Oh God! Is this Louie the bitchiest boy ever?”

“Hahaha. Gotcha! What’s up dude?”

“Not much, aku baru aja habis meriksa pasien penyakit kelamin. Tumben nelpon? Long time no see, gimana rasanya jadi general executor di Mahkamah Internasional?”

“Hahaha, it’s been great. Tapi kelihatannya obyek pekerjaanmu yang lebih menyenangkan deh. Anyway, kamu dapat undangan buat launching produk barunya Thila nggak?”

“Yup! Tempatnya di butik terkenalnya di London kan? Dia ngirim tiket pesawatnya sekalian buat kita semua. Kelihatannya kita harus berangkat ramai-ramai. Oh ya, minggu depan juga ada hajatannya Rijal dalam rangka pembukaan perusahaannya yang baru di Jerman kan?”

“Betul, betul, betul. Kita berangkatnya satu pesawat aja ya, jadi habis dari London kita langsung ke Jerman. By the way, Diku sibuk nggak ya dengan organisasi Help The African Children dan gerakan feminismenya? Dengar-dengar dia dicalonkan jadi ketua ASEAN Human Rights Commission.”

“Yeah, I heard it too. Azhar juga bakal maju untuk jadi presiden Indonesia tahun 2030. Tapi sejauh ini dia masih tetap ngajar ilmu ekonomi di Tokyo University lho. Tahun depan rencananya dia mau menikah.”

“Wah, masa? Trus si Venny kabarnya gimana? Nggak pernah kedengaran.”

“Kemarin aku sempat ngobrol bentar sama dia. Dia ngajar di sekolah musik Juilliard yang terkenal itu. Setelah berdomisili di New York dia jadi pembawa acara talkshow ‘Sing it with Venny’ yang sekarang ratingnya melejit pesat! Wah, cewek-cewek angkatan kita ganas-ganas ya. Thila jadi designer mancanegara terkenal sekaligus model langganan Vogue, Diku jadi petinggi organisasi internasional, Venny sekarang disebut-sebut sebagai ‘the next Oprah’!”

“Marveolus! Tapi jangan salah, cowok-cowoknya juga gak kalah lho. Kamu jadi dokter penyakit kulit dan kelamin pertama dari Indonesia yang menemukan metode penyembuhan baru dan menjadi kandidat menteri kesehatan kan! Azhar juga terkenal di kalangan akademisi. Rijal udah punya jaringan bisnis yang menggurita. Oh ya, terakhir dengar dari Ikhsan, sekarang dia lagi ngerjain proyek penataan ulang arsitektur di kota-kota besar di Indonesia! Imam bikin networking site di internet yang menelurkan milyaran rupiah, sedangkat si Sahid sekarang jadi diplomat di Kanada.”

“Hahaha, you’re right. Can’t wait see you all again guys.”

“Me too! See ya at Thila’s place!”

“Bye, bitch!”

2 comments:

SAM WAHYUDI said...

hahaha!
very funny kak ahlul...
smoga yang kita tulis2 ini terwujud! Ato dpt yg lebih baik! Amin Who knows what we will face next decades??? :D

Ahlul is Louie!!! said...

I wish for the BEST in the future :)