Wednesday, July 10, 2013

Kau Hisab dan Aku Rukyat

Hisab...
Tahun ini pun masih sama saja seperti tahun-tahun kemarin, kita belum bertemu.
Tak mungkin kah bagi kita untuk bersatu sehingga orang-orang itu tak terus berkubu-kubu di balik bebayangan kami?
Kau hisab dan aku rukyat, seakan kita tercipta untuk terus saling berbeda dan bukan untuk saling melengkapi.
Kau mungkin tak lahir dari ajaran nabi, karena kau adalah hasil paduan teknologi dan asumsi kognitif manusia.
Aku mungkin sudah setua alam raya ini, bahkan saat Adam diturunkan di Srilanka matanya telah menuju-nuju Arasy Tuhan untuk meminta ampun, merukyat langit.
Tapi sesederhananya diriku pun tak mungkin hidup tanpamu, hisab.
Dan serumit apapun selugas apapun dirimu, engkau pun tak mampu hidup tanpaku.

Kehadiranku ini dan kehadiranmu itu sebenarnya adalah rahmat. Perbedaan yang membuat khazanah perabadan umat manusia semakin kaya. Namun sayangnya, mereka selalu meributkan kita. Perlindung di balik bebayangan kita.

Aku rukyat, dan kau hisab. Tak dapatkah kita saling melengkapi, meski berbeda?

No comments: