Friday, February 5, 2016

Kencing (di celana)

Di sebuah kelas kecil kita bertanya-tanya
Tentang negeri jauh di seberang lautan atau negeri kecil yang hanya berpagar perbukitan
Kita bicarakan tentang dosa para pemimpinnya
Atau tentang derita rakyat yang beraneka ragam

Sambil menahan kencing di bangku kelas
Di altar pengetahuan, tempat dulu ilmu hukum internasional dicetuskan
Kita, yang telah menikmati gigitan pertama dari buah ilmu pengetahuan,
(Dari surga yang kini dilarang Tuhan)
Lalu berbincang mengadili bangsa-bangsa
Membedah-bedah masalah dengan analisa-analisa dan asas-asas

Di sebuah kelas kecil kita membuat konklusi
Masih, sambil menahan kencing dalam diam
Apa yang kena bagi Rusia, perhitungan yang layak bagi Britania
Dengan bahasa-bahasa yang tak dikenal arwah atau lidah yang awam
Kosakata-kosakata baru mengenai Hasan, Al-Skeini, Al-Waheed dan Kadi

Lalu menjelma kita jadi ahli-ahli Taurat di dunia Perjanjian Lama
Yang menafsir buta ayat-ayat milikNya
Dan berkutat dalam remangnya lilin dan berkemul asap benzoar
Di Strasbourg, kuil baru yang didirikan oleh kemanusiaan
Kita larut dalam rapalan-rapalan tekstual
Tuli dengan suara-suara dari mulut manusia yang tengah berkoar-koar

(Kemudian kita bersimposium bersama, apa itu manusia? Ya kita ini, kita adalah wakil manusia di muka bumi)

Di sebuah kelas kecil kita bersiap mengeksekusi
Dengan idealisme-idealisme murni
Membuat garis di tanah, dengan batu di tangan
bersiap menghakimi
Siapa dia yang tak punya dosa, boleh ia merajam duluan
Tapi apakah itu dosa, Tuhan
Selain sekedar ilusi?

Kemudian basah celana kita oleh kencing, sebasah-basahnya

Leiden,
5 Februari 2016

No comments: